Saturday, October 27, 2012

"KIRYOUKU DAAA !" (Gosei Sentai Dairanger, episode 2)



Pertarungan RyuuSeiOh dengan Himo Danshaku raksasa dimulai. RyuuSeiOh bertransformasi menjadi robot prajurit (Bujin Henge) raksasa. Dengan berbagai jurus dan dibantu rod (Hiryuukon) akhirnya Himo Danshaku berhasil dikalahkan.

Shouji, yang ingin sekali menjadi petinju, serius berlatih. Kenbou, teman Shouji, selalu menyemangatinya untuk berlatih dengan keras. Suatu saat ketika Shouji jogging ditemani Kenbou (yang naik sepeda), Kenbou melihat sekelompok pemuda bermain basket, dan salah satu dari mereka memperagakan slam dunk yang sangat keren. Kenbou pun terkesima. Namun tiba-tiba, Kenbou diculik pemuda slam dunk tadi ketika Kenbou berusaha mengejar bola basket yang terlempar jauh.

Shouji berusaha mengejar, namun Kenbou dan pemuda tadi hilang. Tiba-tiba Shouji diserang bola merah berbentuk wajah yang sangat aneh. Shouji pun bertransformasi menjadi Tenma Ranger dan menyerang monster merah yang bernama Gamaguchi Houshi dengan Tenjuusei Juuryoku Gyakuten Ha (jurus manipulasi gravitasi sehingga bisa menyerang lawan dengan mudah). Namun, usaha Tenma Ranger gagal.


Di markas Dairanger, Doushi Kaku bercerita bahwa penculikan ini mungkin dilakukan Gouma untuk upacara Niidoro Buudoro, semacam upacara persembahan untuk merayakan kebangkitan Gouma. Doushi Kaku pun memerintahkan Ryou, Daigo, Kazu, dan Rin untuk mencari persembunyian Gamaguchi Houshi. Shouji sedih sekali tidak diperbolehkan ikut misi bersama keempat Dairanger lainnya. Shouji bercerita bahwa Kenbou sudah menganggap Shouji seperti kakaknya sendiri. Kenbou memiliki nasib yang sama seperti Shouji sehingga mereka sangat dekat. Namun ketika Kenbou diculik, Shouji gagal menyelamatkannya. Doushi Kaku pun menjelaskan pada Shouji mengapa Tenjuusei Juuryoku Gyakuten Ha tidak berhasil melumpuhkan Gamaguchi Houshi. Kiryoku (kekuatan Qi) adalah kekuatan alam yang ada di dalam diri Shouji dan Tenjuusei Juuryoku Gyakuten Ha yang anti-gravitasi adalah teknik serangan, namun teknik serangan itu melawan hukum alam di bumi. Maka yang harus dilakukan Shouji adalah melatih diri untuk menyerang lawan.

Sementara, Rin yang tengah berusaha menolong seorang anak yang diculik monster, justru tertangkap oleh Kottopottoro dan dibawa ke kapal besar tempat para petinggi Gouma akan bertemu. Di kapal itu sudah ada 5 orang bertopeng merah (yaitu Rin dan 4 anak lain yang diculik) yang akan dibunuh dan darahnya digunakan untuk persembahan. Tiba-tiba Shouji datang untuk menggagalkan pembunuhan itu. Dia melepaskan topeng seluruh tawanan dan bersama Rin melawan Kottopottaro dan trio Gouma*. 3 Dairanger lain pun datang menyusul.

Shouji, setelah bertransformasi menjadi Tenma Ranger, berusaha melawan Gamaguchi Houshi dengan Kaiten Geri, yaitu serangan tendangan berputar yang sangat cepat.


 Monster tersebut akhirnya dihabisi dengan Kiryoku Bomber, yaitu kekuatan masing-masing Dairanger yang dikeluarkan secara bersama-sama untuk menyerang musuh.


*Trio Gouma : yaitu Letkol Shadam, Letkol Gara, dan Mayor Zaidos. Ketiganya yang membuat rencana dan memerintahkan semua anak buah Gouma untuk menyerang Dairanger, sehingga mereka bisa menguasai bumi.





Friday, October 26, 2012

"TENSHIN DAAA !" (Gosei Sentai Dairanger, episode 1)


Cerita dimulai dari Ryou, seorang juru masak di restoran cina di kawasan pecinan, yang disuruh koki untuk membuang sampah. Ryou tidak mengetahui bahwa dirinya secara diam-diam diperhatikan oleh pria misterius berkacamata hitam yang dandanannya mirip dengan jagoan silat Cina jaman dulu.

Ketika Ryou membuang sampah, dia sibuk memperhatikan seorang anak laki-laki aneh yang sdang benyanyi sambil bermain yoyo. Itulah yang membuat tempat sampah Ryou ditabrak sepeda. Yumi-chan (tetangga Ryou), datang dan membantu membereskan sampah, namun tiba-tiba diseret monster berbelalai dan menelan Yumi ke tanah. Tentu saja Ryou berusaha melawan monster tersebut untuk menyelamatkan Yumi, namun dia justru dikejar si monster dan Ryou berusaha melarikan diri.


Ketika Ryou berhasil sembunyi, si anak laki-laki aneh itu tiba-tiba muncul dan seketika itu pula Ryou dijerat monster belalai. Namun, ternyata muncul seekor naga besar yang menyemburkan api hingga si monster menghilang (demikian pula Ryou ! aneh, jangan-jangan Ryou dibawa si naga juga ??)

Ryou yang baru siuman menyadari bahwa dirinya berada di tempat gelap yang aneh. Dia berusaha melarikan diri, namun justru ditangkap 3 pemuda tak dikenal, dan dibawa ke lorong bawah tanah Stasiun Tokyo. Disitu dia bertemu dengan pria misterius yang membuntutinya sejak dari restoran tempat dia bekerja. Master Kaku, pria misterius itu, menjelaskan bahwa Ryou baru saja diselamatkan dari Himo Danshaku, monster belalai, yang dikirim oleh Gouma*.


Master Kaku juga menjelaskan bahwa Ryou memiliki KiRyouku (kekuatan Qi) dan itulah yang membuatnya terpilih menjadi anggota Dairanger**. Ryou yang tidak percaya, bersikeras bahwa dia adalah orang biasa dan tidak punya kekuatan Qi. Master Kaku mengujinya dengan melemparkan golok ke arah Ryou, dan Ryou bisa menghindari golok itu dengan cepat, hingga 3 orang anggota Dairanger lainnya (Daigo, Shouji, dan Kazu) takjub.

Selanjutnya, 4 anggota Dairanger itu menjemput anggota baru lainnya yang baru saja datang dari Cina. Namun, kedatangan anggota baru ini sudah diketahui Gouma. Benar saja, anggota baru itu disambut dengan keroyokan pasukan bersepeda Kottopotoro*** yang tak lain adalah anak buah Gouma. Untung, 4 anggota Dairanger lainya datang untuk melawan pasukan Kottopotoro. Tapi, anak laki-laki misterius datang kembali sambil bernyanyi dan bermain yoyo, kemudian berubah menjadi Himo Danshaku.


Dairanger pun beraksi. Dengan henshin brace**** mereka berubah menjadi Dairanger (^^). Setelah menghajar si monster, Yumi-chan dan beberapa anak lain yang diculik pun bisa bebas. Namun, si monster berubah menjadi raksasa. Dengan petunjuk jarak jauh dari Master Kaku, Ryou, si Merah bisa memanggil RyuuSeiOh, naga raksasa yang pernah menolongnya dari kejaran Himo Danshaku.







*Gouma : Salah satu klan dari kerajaan Dao yang ada di Cina yang sudah ada sejak lebih dari 6000 tahun lalu. Ada 3 klan, yaitu Dai, Shura (peradaban manusia), dan Gouma (militer). Klan Gouma berusaha untuk menguasai peradaban di bumi dan mengalahkan klan Dai. Perang antara Gouma dan Dai sudah berlangsung selama 6000 tahun, sampai pada saat muncul kekuatan Qi yang melawan kekuatan Gouma.   

**Dairanger : Pasukan yang terdiri dari 5 pemuda (4 pria dan 1 wanita) yang memiliki kekuatan Qi yang luar biasa. Pasukan ini dilatih oleh master Kaku untuk melawan Gouma.

***Kottopotoro : Pasukan Gouma

****henshin brace : Semacam hand band yang digunakan oleh Dairanger untuk Tenshin (berubah)






Thursday, August 2, 2012

Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan


 Apa yang melatar belakangi P-DBK ?

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa. Sesuai dengan misi kementerian kesehatan yaitu mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan, kementerian kesehatan diharapkan mampu melaksanakan tugasnya untuk membuat masyarakat Indonesia menjadi sehat melalui peningkatan akses terhadap sumber daya di bidang kesehatan dan pelayanan kesehatan, tidak terkecuali di daerah terpencil sekaligus. 

Demi mencapai tujuan tersebut, pembangunan kesehatan di Indonesia diukur dengan indikator pembangunan kesehatan. Namun, kenyataannya masih ditemukan kesenjangan indikator pembangunan kesehatan antar daerah. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007, ditetapkan 24 indikator yang disajikan menjadi suatu indeks  yang dapat menggambarkan tingkat kesehatan masyarakat setiap kabupaten/kota di Indonesia. Indeks ini adalah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang erat hubungannya untuk menilai umur harapan hidup khususnya di wilayah kabupaten/kota. Dari IPKM dapat diketahui kesenjangan antara kabupaten/kota dan dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tinggi rendahnya derajat kesehatan di luar faktor-faktor ketenagaan, biaya, teknologi, geografi, dan sarana prasarana yang selama ini memperoleh perhatian besar dari berbagai pihak.

Ternyata tidak semua daerah dengan IPKM rendah adalah daerah yang miskin, maka diperlukan upaya khusus untuk hal tersebut. Terhadap daerah tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkannya sebagai Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Terdapat 10 provinsi dimana lebih dari 50% dari kabupaten/kotanya masuk dalam kriteria IPKM yang perlu menjadi daerah prioritas dan ada 130 Kabupaten/Kota yang masuk dalam criteria DBK. Dengan memberikan perhatian kepada DBK, diharapkan dapat terjadi peningkatan IPKM dan kesenjangan antar daerah semakin kecil. Maka upaya yang dilakukan adalah dengan mencanangkan Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (P-DBK) dimana salah satu upaya yang dilakukan adalah menjembatani daerah dengan berbagai pihak baik di pusat maupun daerah, bahkan dengan lingkungan internal daerah sendiri atau dengan masyarakatnya, agar kinerja sistem kesehatan DBK tersebut bangkit dan semakin dinamis.

P-DBK telah menjadi salah satu upaya reformatif dan akseleratif dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014. P-DBK terutama diarahkan kepada upaya membantu daerah untuk mengurai/ menghilangkan setiap penyulit untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan pelayanan inovatif yang mampu mendorong peningkatan setiap indicator IPKM, dengan memprioritaskan pencapaian indikator yang mempunyai bobot besar bagi peningkatan derajat kesehatan melalui semakin membaiknya nilai IPKM dan pada akhirnya akan berpengaruh pada peningkatan Usia harapan hidup (UHH) sebagai salah satu pilar dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Bagaimana pelaksanaan P-DBK ?

Menurut Permenkes No.27 tahun 2012 tentang Penanggulangan Daerah Bermsalah Kesehatan, P-DBK adalah upaya kesehatan terfokus, terintegrasi, berbasis bukti, dilakukan secara bertahap di daerah yang menjadi prioritas bersama kementerian terkait, dalam jangka waktu tertentu sampai mampu mandiri dalam menyelenggarakan kewenangan pemerintahan di bidang kesehatan seluas-luasnya. Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan Tim Pendamping dari pusat dan provinsi. Keberhasilan pendampingan sangat diharapkan dengan menghindarkan terjadinya ketergantungan DBK terhadap pendampingan.

Kegiatan pendampingan merupakan inti dari P-DBK. Pendampingan merupakan aktifitas yang dominan dengan memanfaatkan pendekatan non material untuk menggerakkan, bukan menggantikan fungsi daerah. Dari kegiatan pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daerah untuk mengidentifikasi, mengurai, dan mengatasi permasalahan kesehatan dengan meningkatkan inovasi, kreativitas, dan terobosan yang dapat memberdayakan ujung tombak kesehatan (poskesdes, polindes, posbindes, dasawisma, kader, dll).  
Dalam pelaksanaan PDBK, Kementerian Kesehatan membentuk Tim Pendamping Pusat, Provinsi membentuk Tim Pendamping Provinsi, dan Kabupaten/ Kota membentuk Tim Pendamping Kabupaten/ Kota.

Tim Pendamping harus mampu berperan sebagai :
1.      Penggerak,
2.      Penstimulir (bukan menggantikan fungsi petugas daerah, namun bergerak aktif bersama tim daerah),
3.      Melakukan mentoring,
4.      Sebagai katalisator,
5.      Penghubung (liason officer) antara pusat dan daerah.

Apa itu kalakarya ?
Kalakarya bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kinerja suatu tim, dalam konteks P-DBK adalah seluruh instansi beserta ujung tombaknya yang memiliki peran dalam kesehatan. Berangkat dari hukum berpikir sistem yang mengatakan bahwa ”tidak ada pihak luar”, maka semua SKPD bahkan kader memiliki andil dalam kondisi kesehatan di suatu daerah.
Kalakarya adalah salah satu bagian dari kegiatan P-DBK.  Dalam kegiatan ini semua pemangku kepentingan dan pelaksana teknis kesehatan dipertemukan dalam satu forum besar untuk berdialog. Dalam Kalakarya, minimal terjadi :

1.   Pengenalan IPM, IPKM, ranking IPKM, hasil Riskesdas disandingkan dengan data profil kesehatan Kab./Kota. 
2.   Proses ”benturan” antara pemahaman lama mengenai kesehatan, hubungan antar manusia, hubungan antar instansi/ SKPD, pemberdayaan, pembagian tugas antar instansi/ SKPD untuk kesehatan, dll.
3.   Proses ”membangun pemahaman baru” tentang semua hal yang dibenturkan. Diharapkan pada proses ini muncul suatu tekad untuk mengubah pola pikir masa lalu menjadi pola pikir baru dan memperbaiki pola interaksi antar instansi/ SKPD dan dengan petugas pelaksana kesehatan untuk bersama-sama memperbaiki kondisi dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
4.    Cerita sukses DBK lain.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada membuat komitmen bersama. Perlu adanya pendampingan  dari tim untuk keberlanjutannya, dan akhirnya diharapkan akan terjadi perubahan yang positif pada kondisi kesehatan masyarakat dan meningkatnya IPKM Kab./Kota DBK.

(dari berbagai sumber)

Wednesday, June 29, 2011

STBM : Love of my life

Aku masih ingat ketika pertama kali ikut pelatihan pendekatan baru dalam hal sanitasi, yaitu pelatihan LTS (Community Led Total Sanitation". masih teringat bagaimana skeptisnya diriku pada pendekatan yang mengutamakan 4 prinsip : non subsidi, tidak menggurui dan memaksa membuat jamban, totalitas, dan masyarakat sebagai pemimpin. sebuah prinsip yang tidak mungkin diaplikasikan, batinku, hingga terlontar pertanyaan cukup pedas dari mulutku kepada trainer (hahaha) "Kalo nggak boleh ini itu, kita mau ngapain ke masyarakat ? prinsip ini aja udah non sense banget", hahaha... trainer cuma tertawa sambil menjawab enteng "kita liat aja nanti".

ternyata, pendekatan ini adalah pendekatan yang sangat berbeda dengan pendekatan masa lalu, yang mengutamakan subsidiary, sama halnya dengan yang aku lakukan ketika praktek kerja di masyarakat ketika kuliah dulu. CLTS ini lebih "menyentuh hati" masyarakat dengan memicu perasaan mereka daripada logika mereka dalam kebiasaan bersanitasi. karena dengan memicu, diharapkan mereka bisa memahami bahwa kebiasaan sanitasi buruk bisa merugikan mereka dan orang lain dari segala aspek ! menurutku, setelah mengikuti 5 hari pelatihan dan terjun langsung ke masyarakat, pendekatan ini sangat luar biasa. memenuhi isu "pemberdayaan masyarakat" dan "demokrasi", pendekatan ini sangat sesuai diterapkan di masyarakat. pendekatan luar biasa, dari seorang yang luar biasa, yaitu Kamal Kar, pencetus pendekatan CLTS.

Indonesia menerapkan pendekatan ini sejak tahun 2005 dengan prestasi menggembirakan. Indonesia pun menjadi salah satu negara tujuan kunjungan studi CLTS. sekarang, Indonesia sudah mengembangkan pendekatan ini menjadi pendekatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), dimana ada 5 pilar dalam sanitasi, yaitu : Stop Buang Air Besar sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah cair Rumah Tangga.

Dan sekarang, aku sering berdiri di depan banyak orang (hehehe) untuk "mempromosikan" pendekatan ini pada teman-teman mulai dari Pemda hingga kader masyarakat melalui pelatihan. aku emnemukan diriku sangat mencintai CLTS dan STBM ini :)

Wednesday, March 9, 2011

ternyata, kehilangan seorang teman itu tidak enak.

Saturday, October 30, 2010

LANEY GUITAR CLINIC WITH KIKO LOUREIRO (Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, 28 Oktober 2010)

Bahanna Distributor, pemegang lisensi resmi Laney Amplification di Indonesia mengadakan event di Hotel Melia Purosani Yogyakarta tanggal 28 Oktober 2010 dan terbilang luar biasa, yaitu Laney Guitar Clinic dengan mengundang Kiko Loureiro, gitaris internasional dari band Angra dan juga endorser dari Laney Amplification.

Pada pukul 15.30 di tempat yang sama diadakan press conference dengan wartawan dari media cetak maupun elektronik dan dari perwakilan Land of The Shadow Hunter Angra Indonesia FC, pada pukul 15.30. Press conference dibuka oleh Hendry Kaihatu, selaku manajer dari Bahanna Distributor dan dipandu oleh Sa Pralim Mudya (Gitar Plus). Wawancara berlangsung sekitar 30 menit dengan pertanyaan seputar materi klinik yang akan diberikan Kiko, musisi yang mempengaruhi permainannya, seputar album-album solonya dan penjelasan mengenai musiknya, serta saran, tips dan trik menjadi seorang gitaris yang handal dan memiliki ciri khas. Dijelaskan pula oleh Hendry Kaihatu bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai tempat dilaksanakannya guitar clinic ini adalah untuk mempromosikan Laney Amplification, brand internasional yang digunakan banyak musisi kenamaan dunia, di kota gudeg ini. Seusai press conference dilanjutkan dengan soundcheck dan sesi pemotretan serta wawancara live Kiko Loureiro dengan radio setempat.

Clinic dimulai pada pukul 18.30, dengan jumlah penonton sekitar 700 orang dan berlangsung sangat meriah. Opening act dari Andry Franzzy, gitaris band Boomerang sekaligus endorser dari Laney Amplification. Andry menjelaskan berbagai kelebihan dari Laney Amplifier, juga penjelasan mengenai spesifikasi amplifier Laney yang dia gunakan. Diadakan pula sesi tanya jawab dan penonton dipersilakan untuk menjajal amplifier Laney dan memainkan gitar milik Andry. Semua penonton yang menjajal amplifier Laney mengatakan bahwa amplifier Laney sangat bagus dan suara yang dihasilkan sempurna. Dilanjutkan pula dengan sesi kuis dengan hadiah berupa strings dan tentu saja amplifier Laney.

Tepat pukul 20.00, Kiko Loureiro hadir dengan sambutan tepuk tangan meriah dan ucapan “Piye kabare?” dari Kiko yang mengundang gelak tawa penonton. Kiko langsung “menghajar” telinga penonton dengan lagu ari album solonya, yaitu Escaping (album No Gravity), Headstrong (album Fullblast), dan Enfermo (album No Gravity). Setelah itu, Kiko menjelaskan mengenai awal mula dia mengunakan amplifier Laney dan kelebihannya. Laney adalah amplifier produksi Inggris yang tipikal suara outpunya beda dengan amplifier buatan Amerika. Amplifier Laney, menurut Kiko, lebih fleksibel, namun suara yang dihasilkan sangat bagus. Tidak hanya untuk musik metal, namun juga untuk musik bossanova dan musik dengan distorsi yang tidak kencang dan untuk sound akustik. Setelah menjelaskan itu, Kiko membawakan Aquarela do Brasil, Tapping Into My Dark Tranquility (album No Gravity). Untuk sound a la blues, Kiko membawakan dan menyanyikan Hey Joe dan Ain’t No Sunshine When She’s Gone.

Kiko juga menjelaskan mengenai latihan yang dia lakukan setiap harinya agar menjadi mahir. Disitu, dia juga mempraktekkan kelincahan jarinya bermain gitar dan mengatakan bila koordinasi antara tangan kanan dan kiri sudah sempurna, maka kita bisa memikirkan musik seperti apa yang akan kita mainkan dan jari secara otomatis “menterjemahkan” konsep yang sudah kita pikirkan. Kemudian Kiko kembali membawakan lagu dari album solonya, yaitu Pau de Arara (album No Gravity), No Gravity (album No Gravity), dan Camino a Casa (album Universo Inverso). Setelah sesi tanya jawab, clinic ditutup dengan Nova Era (album Rebirth), salah satu lagu dari band Angra yang sangat terkenal dengan power dan kompleksitas teknik bermain gitarnya. Kiko pun sempat mengucapkan kata matursuwun ketika acara berakhir, dan sekali lagi diiringi dengan tepukan meriah penonton serta gelak tawa.

Setelah clinic selesai, diadakan autographing session dan photo session. Sebagian besar penonton meminta tandatangan Kiko di flyer yang telah dibagikan panitia. Juga ada penjualan merchandise berupa kaos dan CD album Angra terbaru bertitel Aqua, CD album solo Kiko yang ketiga bertitel Fullblast, dan CD Fullblast playback version yang sangat berguna untuk berlatih solo gitar dengan licks a la Kiko.

(Dyah Prabaningrum)





























Friday, March 12, 2010

Official statement from Angra Official website :

Felipe Andreoli : news from the studio


Official statement from Angra Official website :

The band Angra is working on the production of the new album and the whole process is in advanced stage. The successor of “Aurora Consurgens” (2006) has been produced at Norcal Studios, in São Paulo.

The bassist Felipe Andreoli has released an official note describing all the activities done in the studio, as follow:

“Hello everyone,

The record sessions are pretty advanced! The drum is ready, as well as the base guitars. We are doing the solo guitars now and will start the vocals today. The sound is really fantastic! We have been bringing all the equipments that were kept in our homes to work with, and the result has been surprising! The songs are becoming very good with our personal way of playing that all of you already know, but nobody has listened yet."

Felipe Andreoli

The new record, that is still untitled, will be produced by the members and it is planned to be released in the beginning of June.